SMK Muhammadiyah 1 Genteng bertekad menjadi sekolah yang aman untuk menjalankan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Pandemi tidak bisa dihindari, namun tetap bisa dikelola dengan perspektif sekolah yang aman Covid-19, yaitu Muhi Safety. Salah satu tujuannya adalah pengurangan risiko terhadap Covid-19.

Terkait hal tersebut, Shulhi Firdaus selaku Sarana Prasarana (Sarpras) SMK Muhammadiyah 1 Genteng menyatakan bahwa sekolah sudah siap 1001% untuk melakukan PTMT, “Bukan 100%, ini sudah 1001%” ucapnya. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang Rapat Pimpinan SMK Muhammadiyah 1 Genteng (14/02/22).

Pak Fir, sapaan akrab guru Kompetensi Keahlian Multimedia ini, telah melakukan penyemprotan desinfektan seluruh area sekolah. Penyemprotan ini tidak dilakukan sekali saja, namun akan dilakukan secara berkala. “Rencananya setelah anak-anak pulang, langsung kita semprot”.

Selain penyemprotan, penyediaan tempat cuci tangan beserta sabunnya sudah disediakan secara menyeluruh. Harapannya, anak-anak bisa selalu rajin mencuci tangan dengan tempat-tempat yang sudah disediakan. Selain itu, Sarpras juga menyediakan hand sanitizer di dalam ruang kelas serta ruang publik lainnya.

Tak hanya menyiapkan sarana prasarana saja, Sarpras juga berinsitif memperbarui media Komunikasi, Informasi & Edukasi (KIE) di tempat-tempat strategis yang ada di sekolah. Hal tersebut seperti didapati banner KIE cuci tangan dan memakai masker berada di pintu gerbang sekolah maupun di tempat cuci tangan. 

Pak Fir Berharap agar warga sekolah mematuhi protokol kesehatan. “Pesannya agar siswa selalu pakai masker, dan selalu menjaga kesehatannya” ucapnya [TIM IT SMK Muhi].