Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama dua tahunan ini. Pertanyaannya lanjutan sekarang bukanlah tentang bagaimana menghindari pandemi ini, tetapi justru cara untuk bangkit melawan dan beradaptasi dengan aman pada situasi ini. Kunci terbesar dari keberhasilan dari menghadapi situasi tersebut adalah taat pada protokol kesehatan. Inilah hal yang ingin dilakukan SMK Muhammadiyah 1 Genteng saat mengikuti Program UBAH MDMC PP Muhammadiyah.

Setelah rangkaian pelatihan dan lokarya sebelumnya yang diberikan pada 25 guru selama 4 hari berturut-turut, kini juga diberikan pada 25 siswa-siswi yaitu Pelatihan Komunikasi Risiko, penerapan Protokol Kesehatan dan Penanganan Kejadian untuk Siswa. Tujuan kegiatan pada sisiwa ini juga dalam rangka mendidik siswa-siswi sebagai agent of change atau pelopor perubahan tentang kesadaran prokes yang ada di sekolah.
Syamsul Hadi selaku Administration and Finance Area menyatakan bahwa tujuan dari Program Ubah adalah bagaimana warga sekolah SMK Muhammadiyah 1 Genteng memiliki perubahan perilaku pada masa pandemi ini. Perilaku yang diharapkan misalnya warga sekolah dapat memahami pentingnya memakai masker dan cuci tangan dengan benar. “misalnya cara menggunakan masker yang benar. Masker itu tidak dilepas di manapun berada kecuali pada saat-saat tertentu. Intinya tetap berada pada protokol kesehatan pada saat-saat tertentu” ucapnya.
Sarah Nabila, siswi kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), salah satu peserta pelatihan ini mengaku bangga mengikuti acara ini. Dari sekitar 1085 siswa di SMK Muhammadiyah 1 Genteng, hanya 25 orang saja yang dipilih, dan dia termasuk salah satu dari pilihan tersebut. Terlebih ia mengaku bahwa dari kegiatan tersebut, dia dapat banyak ilmu baru bahwa virus Covid-19 memang tidak terlihat tetapi dia bisa diatasi dengan cara taat pada prokes. “Harapan saya saya bisa membawa perubahan perilaku dari diri saya sendiri, orang lain, keluarga saya, teman-teman terdekat di sekitar saya agar lebih patuh pada Prokes”
Sementara itu, Program Ubah ini sendiri akan dilaksanakan pendampingan selama tiga bulan ke depan, baik untuk guru maupun siswa. Harapan keikutsertaan program ini akan lahir pelopor-pelopor perubahan perilaku yang lebih sadar dan patuh pada Prokes. Ini salah satu jawaban dari sekolah bahwa tidak dapat menghindari pandemi, tetapi bisa melawannya dengan warga sekolah yang peduli pada Prokes [TIM IT SMK Muhi].