Lagi, Siswi SMK Muhi Juara 2 Lomba Hotel Receptionist

Lagi, Siswi SMK Muhi Juara 2 Lomba Hotel Receptionist

Puti Sekar Wangi Bramanza, siswi kelas XII Perhotelan 2 SMK Muhammadiyah 1 (Muhi) Genteng, meraih juara 2 dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di tingkat kabupaten Banyuwangi, pada 10 Februari 2021 lalu. Ia sekaligus lolos untuk mengikuti LKS Wilker 2, yang diikuti oleh 7-8 kabupaten di Jawa Timur.

LKS adalah kompetisi bidang keahlian tahunan antarsiswa SMK yang diadakan setahun sekali. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang nantinya akan dibimbing lebih lanjut dan akan diikutsertakan pada kompetisi keahlian di tingkat internasional.

Meskipun berhasil memeroleh juara, Puti sapaan akrab siswi tersebut, pada awalnya mengaku merasa terbebani karena takut mengecewakan, “sebenarnya saya merasa terbebani kalau mengingat saya membawa nama sekolah, takut mengecewakan. Apalagi saya angkatan pertama di Jurusan Perhotelan” ujarnya.

Di balik hasil yang memuaskan tersebut, tentu ada sosok pembimbing yang terlibat langsung dalam pencapaian itu. Sebagai pembimbing, Liya Ayu Destiana, yang juga menjadi Kaprog. Perhotelan, mengaku bangga dan sangat senang, karena untuk pertama kalinya jurusan Perholetan mengikuti lomba tersebut namun sudah langsung mendapat juara dan dapat lolos ke tahap berikutnya.

“Perasaan bangga, karena meskipun first time jurusan kami mengikutinya langsung mendapatkan juara 2, yang secara otomatis mewakili kabupaten Banyuwangi ke tahap selanjutnya dan sangat senang karena bisa membawa nama sekolah” ujar Liya, sapaan akrab beliau, via WhatsApp.

Tak hanya pembimbing yang kompeten, untuk mendapat hasil yang sesuai ekspetasi, juga diperlukan persiapan yang matang pula. Karena yang diperlombakan adalah bidang resepsionis, maka yang dipelajari pun mengenai resepsionis dengan menggunakan bahasa Inggris. Puti bercerita menyiapkan penanganan tentang reservation, prosedur check in, prosedur check out, handing complaint, dan pengetahuan local attraction Banyuwangi. Semua itu menggunakan bahasa Inggris, hal tersebutlah yang membuat Puti merasa kesulitan.

“Banyak sekali persiapannya, petama saya harus menguasai SOP dalam penanganan check in/check out dan reservasi. Grooming juga jangan ditinggalkan, kita harus memiliki standar grooming yang bagus, dan kemampuan berbahasa Inggris, lomba kemarin itu full english dan itu yang membuat saya sedikit kesulitan” ujar Puti.

Tak berhenti di situ, Puti masih akan melanjutkan persiapannya sebagai delegasi untuk mengikuti Wilker 2, yang akan diadakan bulan depan, “persiapan tetap sama, hanya terus belajar lagi, memperbaiki kekurangan selama perlombaan kemarin dan meningkatkan speak english nya dan SOP resepsionist sesuai SOP hotel” ujar Liya sembari berharap agar Puti dapat memberikan yang terbaik untuk semua.

Terakhir, Puti berpesan agar jika ada lomba Hotel Receptionist lagi, ada yang mewakili dan mempertahan apa yang sudah ia perjuangkan, serta berharap lebik baik lagi, “semoga kalau ada lomba Hotel Receptionist lagi harus maju dan kalau bisa pertahankan yang sudah saya perjuangkan, kalau bisa lebik baik lagi” ujar Puti.

Reporter              : Eka Wulandari

Editor                    : Rizky Amalia

Tulisan ini pertamakali diterbitkan di Koran Tempel “Muhinews” oleh Muhi Jurnalistik pada 18 Februari 2021. Untuk informasi lebih lanjut memperoleh koran tempel tersebut, silahkan berkunjung di kanal IG: muhi.baen.