Persiapan Tatap Muka, SMK Muhi Adakan Rapid Test

Persiapan Tatap Muka, SMK Muhi Adakan Rapid Test

Rabu, 24 Januari 2021, dilakukan kegiatan Rapid Test Antibodi untuk seluruh dewan guru dan karyawan SMK Muhammadiyah 1 (Muhi) Genteng di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Rapid Test Antibodi tersebut merupakan salah satu syarat untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka pada awal pembelajaran di semester dua ini.

            Sesuai data Covid-19 di Banyuwangi, per 30 Januari 2021 terdapat setidaknya 4.834 orang yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Dari angkat ini didadapat 270 pasien di antaranya dirawat di rumah sakit, 4097 lainnya dinyatakan sembuh, dan 467 pasien meninggal. Dengan melihat data tersebut, Rapid Test Antibodi ini memang menjadi keharusan untuk memastikan penyelenggara kegiatan pembelajaran sebelum melaksanakan tatap muka dalam kondisi sehat.

Rapid Test Antibodi sendiri merupakan metode pemeriksaan secara cepat dan langsung untuk mendiagnosis orang yang terinfeksi Covid-19. Hal ini menjadi kelebihan Rapid Test Antibodi yang dapat memeriksa banyak orang dalam rentang waktu yang cepat. Kemudian dengan hasil pemeriksaan tersebut, sekolah dapat memastikan bahwa guru dan karyawan tengah dalam keadaan sehat, dan nantinya diharapkan dapat diizinkan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Sebagai informasi tambahan, pada tanggal 2 Februari 2021 kemarin, Gugus Covid Satgas Genteng telah meninjau SMK Muhi Genteng terkait dengan kegiatan tatap muka yang akan mulai diselenggarakan. Kendati demikian, sampai berita ini terbit, masih belum ada kabar lebih lanjut mengenai kepastian kegiatan pembelajaran tatap muka berlangsung.

         Terkait Rapid Test Antibodi sendiri, tidak ada syarat mendasar untuk pelaksanaan tes tersebut, karena hanya diambil sampel darah saja. Lailia Maulina, selaku petugas UKS, mennyatakan tidak ada efek samping yang didapatkan setelah Rapid Test Antibodi tersebut, “tidak ada efek samping yang didapatkan setelah Rapid Test Antibodi ini mungkin hanya sebagian ada yang merasa sedikit nyeri pada bagian bekas suntikan” ujarnya[]

Reporter          : Saqila Selly S.

Editor              : Rizky Amalia N.