Gugus Covid-19 Satgas Kec. Genteng Kunjungi SMK Muhi

Gugus Covid-19 Satgas Kec. Genteng Kunjungi SMK Muhi

Gabungan Organisasi Otonom (Ortom) SMK Muhammadiyah 1 (Muhi) Genteng melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan ssekolah. Kegiatan tersebut untuk menyambut kedatangan Gugus Covid-19 Satgas Kec. Genteng di SMK Muhi Genteng pada tanggal 2 Februari 2021. Sebagaimana diketahui, salah satu syarat pembelajaran Luar Jaringan (Luring) atau sekolah tatap muka harus melalui perizinan Satgas Kec. Genteng.

Survei tersebut meliputi pengecekan kesiapan sekolah dalam melakukan pembelajaran Luring di masa pandemi seperti saat ini. Item yang disurvei meliputi ketersediaan tempat cuci tangan, baik di depan pintu masuk sekolah maupun masing-masing kelas; kesiapan bilik disinfektan; serta keadaan kelas yang akan digunakan.

Seperti yang diterangkan oleh Ketua Program (Kaprog) TKJ  Teguh Santoso, tinjau lokasi ini bertujuan untuk persiapan proses pembelajaran Luring, “dikarenakan proses untuk memulai pembelajaran Luring ini sangat panjang, oleh karena itu kita harus mendapat rekomendasi dari Tim Covid-19 kecamatan” tutur beliau.

Setiap Sekolah yang akan melakukan kegiatan Luring juga wajib memenuhi beberapa kriteria yang lolos seleksi, yakni sekolah tersebut wajib memiliki fasilitas kebersihan yang memadahi, di antaranya: kamar mandi yang bersih, Handsanitizer, juga bilik disinfektan. Selain itu, sekolah juga harus mendapat perizinan dari Satgas Covid-19 Kec. Genteng. Sekolah tatap muka dapat dilaksanakan apabila sekolah sudah memenuhi syarat yang ditentukan dan juga mengantongi surat perizinan dari pihak Satgas itu sendiri, “luring dapat diselenggarakan, paling cepat setidaknya dua minggu setelah survei” lanjut beliau.

Selain itu, syarat lain yang wajib dipenuhi adalah pengecekan Emogrid (penyakit bawaan) dari masing-masing guru dan staf sekolah, juga siswa-siswi yang memiliki penyakit seperti paru-paru dan penyakit lainnya. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan oleh Tim Covid-19 SMK Muhi Genteng. Apabila terdeteksi memiliki Emogrid, maka guru atau siswa tersebut harus kembali melakukan pembelajaran secara Daring. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah[]

Reporter          : Rini Hidayanti

Editor              : Al Amien Putra A.