Guru yang Juga Youtuber

Guru yang Juga Youtuber

Kecanggihan teknologi di era sekarang harus dimanfaatkan secara maksimal. Salah satunya dengan membuat kreatifitas melalui video YouTube. Hal tersebut seperti yang telah dilakukan oleh Nur Rohman Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 (Muhi) Genteng serta Ahmad Rifki Hasan Guru Jurusan Perhotelan.

Kedua guru tersebut cukup produktif dalam membuat konten. Apalagi konten-konten yang dibuat oleh keduanya tidak hanya sebagai sarana hiburan saja, namun juga dapat menjadi sarana pembelajaran dan edukasi. Misalnya, dengan cara mengolah objek yang ada di lingkungan sekitar untuk dijadikan konten video yang bermanfaat.

Tak hanya itu saja, konten YouTube jika benar-benar ditekuni secara maksimal juga dapat memberikan penghasilan. Pembuatan akun YouTube sendiri supaya dapat dimonetisasi harus memenuhi persyaratan dan melalui seleksi. Misalnya, pembuatan konten YouTube tidak boleh mengcopy musik atau sound dari konten milik orang lain. Karena apabila kedapatan membuat atau mengcopy konten orang lain, serta memakai tamel yang tidak sesuai isi alur cerita, maka secara otomatis pihak YouTube akan membanned akun tersebut.

Pak Rohman sapaan akrabnya memanfaatkan lingkungan dan keahliannya untuk membuat konten-konten video yang menarik. Kendati sibuk mengajar, ia tetap dapat membuat konten YouTube dengan memanfaatkan keahliannya di bidang pertanian dan perkebunan. Akun miliknya pun sudah dapat menghasilkan uang sendiri, padahal ia baru mulai membuat konten YouTube pada bulan April 2020.

Terkait konten-kontennya di YouTube-nya, Rohman sebenarnya ingin berpesan agar kita terus menanam, “jangan pernah berhenti untuk menanam, karena menanam juga salah satu harapan kita” ujarnya.

Sama hal dengan Pak Rifki sapaan akrabnya, kendatipun dalam kesibukan mengajar juga, tetapi ia tetap terampil dalam membuat konten–konten tentang lingkungan di sekitarnya. Karena ia berasal dari Muncar yang mayoritas penduduknya adalah nelayan, maka ia pun membuat konten tentang kehidupan nelayan.

Dengan membuat konten itu, ia juga dapat berbagi ilmu tentang bagaimana pemanfaatan ikan–ikan hasil tangkapan nelayan. Terlebih ia juga dapat sekaligus mengeksplorasi desanya, seperti menggali kelebihan atau potensi serta mengetahui kekurangan yang ada di desanya. Mengingat Banyuwangi, khususnya Muncar sendiri, memiliki pelabuhan sebagai panghasil ikan nomer dua terbesar di Indonesia.

Walaupun hanya berawal dari hobi dan lingkungan sekitar, namun keduanya tetap bisa mengembangkan minatnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, dan bahkan, telah dapat menghasilkan penghasilan dari kegiatan positif tersebut.

Dan yang terpenting melalui konten-konten YouTube yang dibuat, baik Rifki maupun Rohman sama-sama ingin memberi motivasi, apalagi dengan konten sederhana tersebut, keduanya telah membuat sarana pembelajaran dan edukasi bagi penontonnya. Banyak sekali orang sukses dengan memanfaatkan kecangihan teknologi, membuat konten YouTube adalah salah satunya[]

Reporter          : Dhea Tania A.

Editor              : Prasiska Leony A.